Takut kepada Allah dengan gerhana

gerhana

Maksud dari tema “Takut kepada Allah Gerhana” adalah dengan melihat gerhana, baik itu gerhana matahari atau gerhana bulan maka kita menjadi takut kepada Allah Ta’ala. Takut kepada Allah adalah ibadah yang sangat agung, dan setiap muslim hendaknya mengetahuinya.

Gerhana di dalam bahasa Arab bisa disebut dengan كُسُوْفٌ kusuufun atau خُسُوْفٌ khusuufun.

Jika kedua kata itu dalam keadaan terpisah (sendiri-sendiri), maka maknanya bisa gerhana matahari atau gerhana bulan. Namun, jika kata tersebut bergabung (disebut berbarengan) dalam satu kalimat, maka كُسُوْفٌ maknanya adalah gerhana matahari, sedangkan خُسُوْفٌ maknanya adalah gerhana bulan. Demikianlah yang dijelaskan oleh para ulama, seperti Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah.

Tatkala terjadi gerhana seorang muslim hendaknya timbul di dalam hatinya rasa takut kepada Allah, bukan malam menjadikannya sebagai ajang rekreasi atau yang semisalnya. Fenomena gerhana merupakan salah satu bukti kebesaran Allah Ta’ala yang patut dijadikan pelajaran oleh setiap manusia.

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلا لِحَيَاتِهِ، وَلَكِنَّهُمَا آيَةٌ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهَا فَصَلُّوا

“Sesungguhnya matahari dan bulan keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Namun Allah lah yang menciptakan peristiwa gerhana matahari dan bulan itu. Karena itu, jika kalian melihat gerhana, segeralah lakukan shalat” (HR Al-Bukhari).

Simak penjelasan lengkap mengenai “Takut kepada Allah dengan Gerhana” oleh Ustadz Ahmad Zainuddin di dalam rekaman kajian berikut ini.

Sumber: http://www.radiorodja.com/2016/03/09/takut-allah-gerhana-ustadz-ahmad-zainuddin-lc/#ixzz42SRNuozb

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *